PAN Soroti Hilangnya 16 Juta Suara Rakyat Akibat Ambang Batas Parlemen pada Pemilu 2024
Tangkapan Bitung – PAN Sorot 16 Juta Suara Partai Amanat Nasional (PAN) menyoroti fenomena hilangnya suara rakyat pada Pemilu 2024 akibat penerapan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold. Menurut PAN, sekitar 16 juta suara masyarakat tidak terakomodasi di parlemen karena partai yang dipilih gagal melewati ambang batas.
Dampak Ambang Batas Parlemen
Ambang batas parlemen diterapkan untuk menentukan partai politik yang layak mendapatkan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Meskipun bertujuan menyederhanakan parlemen dan memperkuat pemerintahan, ambang batas ini juga berisiko membuat suara pemilih yang mendukung partai kecil tidak terepresentasikan.
Ketua PAN menyatakan, “Sekitar 16 juta suara rakyat tidak menghasilkan wakil di parlemen. Ini adalah suara sah yang seharusnya menjadi bagian dari proses demokrasi.” PAN menekankan pentingnya evaluasi kebijakan ambang batas agar prinsip representasi rakyat tetap terjaga.
Baca Juga: Mesin Perang AS Kepung Iran 2 Kapal Induk Puluhan Jet Tempur Ribuan Personel
Kritik dari PAN
PAN menyoroti bahwa hilangnya suara rakyat tidak hanya berdampak pada representasi politik, tetapi juga pada kualitas kebijakan publik. Partai-partai kecil yang tidak lolos ambang batas memiliki ide dan aspirasi masyarakat yang tidak tersalurkan di DPR, sehingga keputusan politik cenderung didominasi oleh partai besar.
Selain itu, PAN menilai ambang batas tinggi dapat mengurangi pilihan politik bagi masyarakat. Pemilih yang ingin memilih partai baru atau kecil terpaksa beralih ke partai besar agar suaranya tidak “sia-sia”.
Solusi yang Diajukan
PAN mengusulkan beberapa langkah untuk memperbaiki sistem ini:
Meninjau kembali besaran ambang batas agar lebih proporsional.
Menyediakan mekanisme kursi cadangan bagi suara sah yang tidak lolos ambang batas.
Mendorong dialog antara pemerintah, KPU, dan partai politik untuk mencari formula yang adil bagi representasi rakyat.
PAN Sorot 16 Juta Reaksi Publik dan Politik
Masalah hilangnya suara rakyat akibat ambang batas kerap menjadi sorotan publik dan media. Pengamat politik menyatakan bahwa evaluasi ambang batas penting agar demokrasi di Indonesia lebih inklusif, dan semua suara rakyat memiliki kesempatan untuk diwakili di parlemen.
PAN menegaskan akan terus memperjuangkan hak-hak pemilih yang terpinggirkan akibat aturan ambang batas, sekaligus mendorong kebijakan politik yang lebih berpihak pada rakyat.
Dengan sorotan ini, PAN berharap pemerintah dan penyelenggara pemilu dapat mengevaluasi ambang batas parlemen agar prinsip keadilan dan representasi politik tetap dijaga, khususnya bagi partai-partai kecil dan aspirasi masyarakat yang selama ini terabaikan.





