AS Kerahkan Senjata Laser dalam Perang, Targetkan Drone dan Rudal Iran
Tangkapan Bitung – AS Kerahkan Senjata Laser Amerika Serikat mulai mengerahkan teknologi senjata laser berenergi tinggi dalam konflik yang memanas dengan Iran. Sistem persenjataan futuristik ini digunakan untuk menghadapi gelombang serangan drone dan rudal yang diluncurkan Teheran ke berbagai target militer.
Militer AS dilaporkan memasang sistem High-Energy Laser with Integrated Optical Dazzler and Surveillance (HELIOS) pada kapal perusak Angkatan Laut yang beroperasi di kawasan Timur Tengah. Senjata tersebut mampu menembakkan sinar energi terfokus untuk menghancurkan drone di udara.
Menurut laporan militer, sistem laser ini dapat menghancurkan target kecil seperti drone hanya dalam hitungan detik tanpa menggunakan amunisi konvensional.
Teknologi ini dianggap sebagai solusi untuk menghadapi taktik Iran yang sering meluncurkan drone dalam jumlah besar. Dengan biaya operasi yang jauh lebih murah dibandingkan rudal pencegat, laser menjadi pilihan strategis untuk mempertahankan wilayah operasi AS.
Teknologi Futuristik Digunakan: Laser AS Dikerahkan Lawan Serangan Drone Iran
Washington – Perang modern antara Amerika Serikat dan Iran memasuki babak baru setelah militer AS mengerahkan senjata laser untuk menembak jatuh drone dan rudal yang diluncurkan Iran.
Sistem laser yang digunakan disebut mampu memancarkan sinar energi berkekuatan tinggi untuk membakar atau merusak sistem elektronik target di udara. Dalam beberapa uji coba sebelumnya, teknologi ini berhasil menjatuhkan beberapa drone dalam waktu singkat.
Penggunaan senjata laser menjadi bagian dari strategi militer yang lebih luas, termasuk penggunaan satelit pelacak dan teknologi perang siber untuk mendeteksi serta menargetkan peluncuran senjata dari wilayah Iran.
Para analis militer menyebut penggunaan laser menandai perubahan besar dalam konsep pertahanan udara modern.
Baca Juga: Warga Kalideres Gugat Wali Kota Jakbar ke PTUN Soal Pemberian Izin Krematorium
AS Gunakan Senjata Laser untuk Hancurkan Drone Iran di Medan Perang
Washington – Gelombang serangan drone yang diluncurkan Iran mendorong militer Amerika Serikat mengadopsi sistem pertahanan baru berbasis energi terarah atau laser.
Teknologi tersebut dipasang pada kapal perang AS yang berpatroli di kawasan Timur Tengah. Sistem laser mampu menembakkan sinar energi yang sangat terfokus sehingga dapat menghancurkan drone, sensor, bahkan peralatan militer kecil di udara.
Selain lebih cepat, senjata laser juga dinilai lebih ekonomis dibandingkan rudal pencegat yang harganya bisa mencapai jutaan dolar per unit.
Militer AS menyebut teknologi ini akan memainkan peran penting dalam menghadapi ancaman drone murah yang digunakan Iran secara massal.
Perang Teknologi Tinggi: Laser AS Jadi Senjata Baru Hadapi Drone Iran
Washington – Konflik antara Amerika Serikat dan Iran semakin menunjukkan wajah perang teknologi tinggi. Salah satu teknologi terbaru yang digunakan adalah senjata laser yang dipasang pada kapal perang Angkatan Laut AS.
Sistem ini bekerja dengan memfokuskan energi cahaya intensitas tinggi ke target sehingga menyebabkan kerusakan struktural atau gangguan sistem elektronik pada drone musuh.
Militer AS menyatakan bahwa senjata ini sangat efektif untuk melawan drone yang terbang rendah dan lambat, yang sering sulit dideteksi oleh sistem pertahanan konvensional.
Para pakar menyebut teknologi laser bisa menjadi masa depan sistem pertahanan udara global.
Laser Jadi Andalan Baru AS Tangkal Serangan Drone Iran
Washington – Serangan drone Iran yang semakin intens membuat Amerika Serikat meningkatkan penggunaan teknologi pertahanan canggih, termasuk senjata laser berenergi tinggi.
Dalam beberapa laporan militer, sistem laser yang dipasang pada kapal perusak Angkatan Laut mampu menembak jatuh drone yang mendekat sebelum mencapai target. Teknologi ini memanfaatkan sinar energi yang diarahkan langsung ke objek musuh.






